Inilah Misteri si “Organ Sisa” Usus Buntu

ADVERTISEMENT

HarianSehat.Com – Misteri si Organ Sisa Usus Buntu, Sudah sejak lama organ pencernaan usus buntu (appendix) belum diketahui secara pasti apa fungsi sebenarnya sehingga usus buntu masih merupakan misteri sampai saat ini. Ahli kedokteran juga belum dapat mengetahui secara pasti apa fungsi organ ini. Bahkan beberapa orang sering menyebutnya dengan nama “organ sisa“.

Seperti yang telah diketahui bahwa usus buntu merupakan salahsatu organ yang ada didalam pencernaan. Usus buntu tidak seperti usus besar, usus halus dan usus lainnya yang telah diketahui fungsinya, organ usus buntu belum diketahui fungsinya secara pasti selain itu usus buntu jika dihilangkan atau diangkat dengan cara operasi dipercaya tidak akan berdampak apa-apa pada tubuh. Akan tetapi usus buntu jika mengalami peradangan akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh.

Misteri si “Organ Sisa” Usus Buntu

misteri organ usus buntu

Inilah Misteri si Organ Sisa Usus Buntu

Usus buntu merupakan sebuah kantong tipis yang memiliki ukuran sekatar 5-10cm dan letaknya berada pada persimpangan antara usus besar dan kecil, namun fungsi dari organ ini masih belum pasti diketahui. Itulah sebabnya radang pada usus buntu atau appendiksitis biasanya diangkat dengan cara di operasi karena dipercaya usus buntu tidak memiliki peran penting bagi tubuh. Selain itu alasan lainnya, usus buntu bisa mengakibatkan perasaan nyeri pada perut, demam, mual bahkan muntah (baca: gejala penyakit usus buntu)

Pertanyaannya, Mengapa Usus Buntu berada didalam Tubuh Manusia?

Scientific American telah mempublikasikan dalam salahsatu artikelnya, Pakar Oklahoma University yaitu Loren G. martin menungkapkan pendapatnya tentang fungsi organ sisa ini, Loren G. Martin mengungkapkan bahwa ketika dalam kandungan usus buntu memiliki peran pada janin yang dikandung.

Ia menjelaskan bahwa ketika usia janin berada pada 11 minggu, didalam usus buntu ada sel-sel endokrin yang teramati. Sel-sel itu menghasilkan beberapa hormon peptida biogenik dan juga hormon amina dan memiliki fungsi ketika mekanisme homeostatik yang berlangsung pada janin.

Sampai tumbuh dewasa, ia percaya bahwa usus buntu masih memiliki peran pada sistem kekebalan pada tubuh, organ ini menjadi tempat berkumpulnya jaringan limfoid ketika bayi lahir sampai usia mencapai 20-30 tahun. Kemudian jaringan tersebut memiliki peran dalam pematangan B-limfosit yang merupakan salahsatu sel darah putih dalam tubuh. Disamping itu, fungsi lainnya dalam produksi salahsatu antibodi yaitu immunoglobulin A (lgA).

Ketika tahun 2007 juga salahsatu penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang berasal dari Duke University Medical Centre mengungkapkan hal baru, seperti yang dikutip dari ABA, (5/5/10), organ usus buntu merupakan tempat bersarangnya bakteri baik yang memiliki fungsi dalam pemulihan keadaan usus setelah terkena serangan penyakit.

Ketika dalam keadaan normal, sistem organ pencernaan didalam tubuh manusia didominasi oleh bakteri baik dan memiliki fungsi dalam mengurai makanan. Akan tetapi ketika tubuh terserang disentri atau kolera sebagian besar bakteri tersebut mati. Dan menurut penelitian tersebut mengungkapkan bahwa dalam keadaan tersebut usus buntu berperan bagi populasi bakteri baik, selain digunakan sebagai tempat yang aman ketika pencernaan terserang penyakit, digunakan pula sebagai tempat berkembang biak.

Hingga saat ini berbagai penelitian lain masih dilakukan terkait dengan adanya organ sisa bernama usus buntu yang belum diketahui pasti fungsinya tersebut. Karena jika usus buntu memiliki peran penting bagi tubuh pencegahan terhadap terjadinya peradangan pada usus buntu lebih diutamakan daripada operasi pengangkatan usus buntu.

Baca juga : Ketahui Cara Bedakan Sakit Perut Biasa dengan Radang Usus Buntu

Namun, bagaimana pun juga Tuhan menciptakan sesuatu tidak mungkin hanya sebagai dekorasi saja, tidak menutup kemungkinan bahwa usus buntu memiliki fungsi lain yang mungkin belum terungkap sampai saat ini. Mari tetap jaga kesehatan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Salam Sehat!


Lihat Juga :
Updated :