Mengenal Gangguan Psikosomatis, Pikiran Menyebabkan Penyakit Fisik

ADVERTISEMENT

HarianSehat.Com – Mengenal Gangguan Psikosomatis, Pikiran Menyebabkan Penyakit Fisik. Psikosomatis berasal dari dua suku kata yakni psyche yaitu pikiran dan soma yaitu tubuh. Apa itu psikosomatis?

Psikosomatis adalah jenis gangguan penyakit yang disebabkan oleh pikiran, yang menganggap penyakit tertentu diderita namun sebenarnya hanya disebabkan oleh pikiran saja. Jika dibiarkan gangguan psikosomatis ini bisa saja membuat seseorang mengalami penyakit fisik yang sebenarnya, hal ini bisa terjadi disebabkan oleh faktor mental dimana seseorang merasa cemas dan stres.

Maka dari itu, apabila ada orang yang mengalami sakit pada bagian tertentu secara berulang dan sudah dilakukan pemeriksaan secara fisik dan tidak ditemukan adanya indikasi maka kemungkinan besar orang tersebut mengalami gangguan psikosomatis.

Gangguan Penyakit Psikosomatis

Gambar/Ilustrasi

World Health Organization mengklasifikasikan sindroma ini sebagai gangguan neurotik yaitu gangguan yang masih berkaitan dengan stres dan gangguan somatoform.

Apakah pikiran bisa mempengaruhi penyakit?

Pikiran merupakan organ vital yang bisa mengendalikan seluruh tubuh, dan bisa mengontrol seluruh tubuh dengan gejala fisik. Misalnya ketika seseorang merasakan cemas maka denyut jantung berdebar lebih kencang dari biasanya, keluar keringat, sakit kepala, napas menjadi cepat, dan memunculkan gejala fisik lainnya. Gejala fisik tersebut diakibatkan oleh adanya aktivitas impuls saraf yang mengalami peningkatan dari otak ke berbagai bagian tubuh.

Lainnya :

Sampai sekarang, cara kerja pikiran yang menyebabkan gejala-gejala tertentu dan mempengaruhi fisik belum diketahui secara jelas, namun hal ini terkait dengan mind and body connection.

Sekarang ini banyak orang yang datang ke dokter, dan mereka percaya mengalami keluhan fisik tertentu dan ternyata pasien tersebut mengalami gangguan somatisasi. Biasanya tanda-tanda dari psikosomatis yang sering dikeluhkan adalah keluhan lambung, kulit gatal, jantung berdebar, nyeri otot, mual, kesemutan, muntah, dan sesak napas.

Pengobatan psikosomatis bisa diketahui dengan integrasi dari berbagai ilmu seperti, psikologi, neurologi, psikiatri dan bidang yang masih berkaitan dengan keluhan yang diderita oleh seseorang. Maka dari itu, untuk mengetahui penyebab sebenarnya gangguan psikosomatis ini, harus dilakuakan pemeriksaan, apakah dari faktor depresi, penyakit yang menyebabkan seseorang menjadi depresi atau bisa juga karena ketakutan mengidap penyakit tertentu.

Dan apabila setelah diperiksa secara medis, tidak ditemukan adanya gangguan dalam hal ini berarti normal maka tubuh tidak mengalami masalah, bisa saja hanya disebabkan oleh pikiran atau psikosomatis.

Gangguan psikosomatis ini bisa diatasi atau diobati dengan dilakukannya psikoterapi, latihan relaksasi, akupuntur, hipnosis, pengalihan dan fisioterapi. Orang yang mengalami gangguan psikosomatis ini biasanya dibantu dengan kerjasama terpadu antara tenaga medis dengan spesialis kesehatan mental.

Beberapa cara lain mengatasi psikosomatis :

  • Mengetahui bahwa stres, depresi dan semacamnya bisa menjadi pemicu kesehatan tubuh, maka dari itu dianjurkan untuk menghindari stres, cemas dan semacamnya.
  • Tidak berlebihan baik secara pikiran dan perasaan terkait dengan gejala yang dialami.
  • Lakukan meditasi atau relaksasi.

Baca juga : Cara Mengatasi Tubuh Lelah Berlebihan dan Stres

Apabila ada seseorang yang Anda kenal memiliki gangguan psikosomatis maka lebih dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter sehingga bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas terkait gajala yang dialami.

ADVERTISEMENT


Lihat Juga :
Updated :