Dampak Kurang Tidur bagi Kesehatan Tubuh

ADVERTISEMENT

HarianSehat.Com – Dampak Kurang Tidur bagi Kesehatan Tubuh, Tidur merupakan mekanisme penting yang kita butuhkan dalam bertahan hidup. Saat tidur, tubuh kita mulai sibuk melakukan perawatan kesehatan, baik fisik maupun mental, agar saat bangun tubuh dalam keadaan terbaik. Bagi para remaja, tidur lebih penting lagi, karena pada saat tersebut hormon-hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dilepas.

Dampak Kurang Tidur bagi Kesehatan Tubuh

Hormon-hormon tersebutlah yang membantu proses pembentukan massa otot, jaringan, dan sel. Oleh sebab itu, tidur adalah hal krusial yang harus Anda beri ruang dan waktu. Bila Anda melewatkannya, maka akan muncul berbagai macam masalah pada tubuh.

Dampak Kurang Tidur Bagi Kesehatan Tubuh

Untuk lebih jelas, mari simak poin-poin dampak kesehatan kurang tidur bagi tubuh berikut ini.

1.) Sistem kekebalan tubuh
Ketika kita tidur, tubuh memproduksi pelindung sitokin dan juga antibodi untuk melawan infeksi, seperti bakteri dan virus. Dengan fakta tersebut, kurang tidur bisa membuat sistem kekebalan tubuh menurun, yang pada akhirnya kita bisa lebih mudah terkena penyakit.

Menurut studi yang dilakukan oleh Mayo Clinic, kurang tidur dapat meningkatkan risiko mudahnya tubuh terserang penyakit. Juga dapat memperlama proses penyembuhan atau pemulihan. Bahkan, bisa jadi meningkatkan risiko terkena penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes.

2.) Sistem saraf pusat
Tidur sangat diperlukan untuk menjaga sistem saraf berjalan dengan baik. Ketika tidur, otak sibuk membangun jalur neuron baru yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Baik pada anak-anak maupun orang dewasa, tidur diperlukan untuk melepaskan hormon petumbuhan, bahkan juga membantu memproduksi protein untuk memperbaiki sel-sel yang rusak.

Ketika kita kekurangan tidur, otak tidak dapat bekerja dengan baik. Dampak paling umumnya adalah munculnya rasa kantuk. Selain itu, Anda juga akan mudah menguap dan lesu. Sejalan dengan itu, kemampuan motorik akan terganggu, membuat kreativitas terhambat dan kurangnya kepekaan untuk mengambil keputusan. Bahkan, dampak kurang tidur juga akan dirasakan dengan menurunnya fungsi kognitif yang besar seperti depresi, paranoia, hingga pikiran untuk bunuh diri.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan hilangnya memori atau ingatan. Dengan tidur kita bisa menyimpan ingatan dengan baik. Sebaliknya, kurang tidur membuat fokus hilang dan lebih mudah lupa. Bahkan, menurut penelitian University of California yang diterbitkan oleh Nature Neuroscience disebutkan bahwa kenangan dapat terjebak dalam hippocampus, bagian dari otak yang terlibat dalam pengaturan, penyimpanan, dan pembentukan memori. Ketika kualitas tidur menurun, ditambah lagi muncul kenangan baru, maka kemungkinan untuk kenangan lama hilang jauh lebih besar. Selain itu, kurang tidur juga dapat menyebabkan kerusakan otak, yang akan semakin memperparah hiangnya ingatan.

3.) Sistem kardiovaskular
Kurang tidur terus-menerus dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Hal tersebut juga mengartikan bahwa kurang tidur bisa menimbulkan berbagai macam masalah berkenaan dengan kardiovaskular. Ketika tidur, tubuh memperbaiki diri, termasuk juga pada jantung dan pembuluh darah. Bila Anda tidak tidur, maka risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke akan lebih besar. Bahkan, menurut studi yang dilakukan oleh Harvard Medical School, disebutkan bila orang dengan hipertensi bila tidak tidur semalam saja dapat menyebabkan tekanan darah tinggi sepanjang hari.

Menurut penelitian lainnya yang diterbitkan oleh European Heart Journal, disebutkan bila kita kekurangan tidur, maka tubuh akan menghasilkan bahan kimia dan hormon yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Hormon dan bahan kimia yang dihasilkan pun dapat meningkatkan risiko stroke dan kondisi berbahaya lain, seperti yang disebutkan sebelumnya, di antaranya yaitu kolesterol, obesitas, dan diabetes.

4.) Sistem pernapasan
Kurang tidur juga bisa sangat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Itu berarti, orang yang kekurangan tidur akan lebih rentan terhadap masalah-masalah kesehatan berkenaan dengan pernapasan, semisal influenza dan penyakit paru-paru kronis. Bahkan cenderung bisa memperparah penyakit pernapasan yang sudah diderita.

5.) Sistem pencernaan
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School, disebut bila beberapa studi telah menemukan jika ada hubungan antara berat badan dengan kurang tidur. Seiring dengan terlalu banyak makan dan kurangnya olahraga, ditambah dengan kurang tidur, penderita bisa saja mengalami obesitas.

Ketika kurang tidur, tubuh akan meningkatkan produksi hormon kortisol berkenaan dengan stres. Sebaliknya, ketika kurang tidur hormon leptin akan menurun. Leptin sendiri bertugas dalam memberitahu otak bahwa Anda sudah cukup makan. Bila ini terjadi, maka nafsu makan akan semakin tinggi dan akhirnya kemungkinan menjadi lebih gemuk pun semakin tinggi. Lebih lagi kurang tidur akan meningkatkan kadar ghrelin, yang dengannya muncul rangsangan nafsu makan.

Kurang tidur juga menyebabkan tubuh melepaskan hormon insulin jauh lebih tinggi, yang dengannya dapat meningkatkan penyimpanan lemak, sehingga risiko terkena diabetes tipe 2 lebih besar.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa kurang tidur bisa membuat kita lebih banyak makan makanan tidak sehat. Ketika malam hari dan kita tidak tidur, biasanya kita membuka kulkas dan mencari makanan instan yang buruk bagi kesehatan.

6.) Kesehatan kulit
Dampak kurang tidur bagi kesehatan tubuh selanjutnya berkenaan dengan organ kulit. Kurangnya tidur diteliti dapat membuat kulit kusam menjadi lebih terlihat. Selain itu juga dapat meningkatkan kemungkinan penuaan dini, sehingga bukan tidak mungkin muncul keriput ataupun garis-garis halus. Pertanda umum dari kurang tidur adalah munculnya kantung mata dan lingkar hitam di sekitar mata. Semua itu dikarenakan diproduksinya hormon kortisol secara berlebihan sehingga kolagen kulit pecah.

7.) Perubahan Kesehatan Tubuh
Menurut penelitian, ketika kurang tidur akan ada sekitar 700 perubahan genetik, yang dengannya bisa mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Penelitian lainnya yang diterbitkan oleh Sleep Journal menyebutkan bahwa kurang dari 6 jam tidur malam meningkatkan 4 kali lipat kemungkinan untuk meninggal di usia 14 tahun.

Kapan Waktu tidur yang baik ?

Mengenai jumlah jam untuk tidur mungkin masih membingungkan kita, karena setiap dari kita lebih banyak sulit membuat jadwal, baik awal tidur maupun nanti saat bangun. Namun begitu, menurut penelitian yang dilakukan oleh National Sleep Foundation, mereka merekomendasikan untuk tidur sekitar 7 sampai 9 jam setiap malam. Rekomendasi ini hadir berdasarkan faktor genetika dan fisilogis. Jenis kelamin dan usia pun bisa sangat mempengaruhi waktu ideal untuk tidur.

Baca juga : Kebutuhan Jam Tidur Berkualitas Berdasarkan Usia

Tidur merupakan salah satu hal terpenting yang kita butuhkan, selain makan, minum, buang air, dan lain sebagainya. Bila kita tidak memberi waktu untuk tidur, maka jangan salahkan siapa-siapa jika Anda mulai merasakan dampak kurang tidur bagi kesehatan tubuh yang ada pada daftar di atas. Terlebih dewasa ini hiburan malam sudah merajalela. Bila Anda tiak siap, dunia akan terbalik, yang membuat Anda tidur saat matahari terbit dan bangun di saat malam. Kebiasaan semacam ini tidak baik bagi kesehatan.

Oleh karena itu, istirahat yang cukup menjadi kebutuhan yang sangat penting dan merupakan salahsatu faktor yang berpengaruh cukup besar bagi kesehatan tubuh. Jaga selalu kesehatan Anda dan salam sehat!


Lihat Juga :
Updated :